FILSAFAT PLATONIK

 

FILSAFAT PLATONIK

Sebuah Pengantar

akmaluddin

 

Filsafat Platonik adalah sebuah istilah yang mungkin tidak asing lagi terdengar di telingah bagi teman-teman yang senang menyelami dunia filsafat. Filsafat paltonik dinamai sesuai dengan nama pendirinya, Plato. Plato sendiri adalah seorang filusuf dan sekaligus murid dari Socrates dan juga guru dari seorang filusuf termasyhur di zamannya, yaitu Aristoteles. Karya-karyanya yang mencakup dialog-dialog filosofis tidak hanya membentuk fondasi pemikiran filsuf di Yunani kuno, tetapi juga terus mempangaruhi bidang studi hingga saat ini, termasuk epistemologi, metafisika, etika dan politik. Berikut beberapa pemikiran plato yang sangat berpengaruh hingga saat ini.

 

Epistemologi.

Epistemologi atau teori pengetahuan, Plato percaya bahwa sejatinya pengetahuan hanya dapat diperoleh melalui akal dan bukan melalui indra. Menurutnya apa yang kita peroleh dari pengalaman indrawi adalah sementara dan tentunya tidak dapat diandalkan, sedangkan pengetahuan tentang bentuk adalah tetap dan pasti. Plato menggambarkan proses ini sebagai anamnesia atau “ingatan kembali”. Dalam dialognya “Meno”, Plato mengungkapkan bahwa belajar adalah proses mengingat kembali pengetahuan yang ada dalam jiwa kita dari kehidupan sebelumnya.

 

Etika dan Politik

Dalam bidang etika, Plato menekankan pentingnya hidup yang berdasarkan pada kebajikan. Menurutnya kebahagian sejati hanya dapat dicapai melalui kehidupan yang bermoral, dan kebajikan adalah bentuk dari pengetahuan. Dalam bukunya yang berjudul “Republik” ia menggambarkan keadilan sebagai kondisi dimana setiap bagian dari jiwa manusia, yaitu (akal, semangat, dan nafsu) akan berfungsi secara harmonis hanya dalam kendali akal. Sedangkan pemikirannya dalam politik, ia mengmbarkan visinya tentang negara ideal. Dalam bukunya “Republik”, ia mengusulkan masyarakat yang diatur oleh para filisuf dan raja, karena kebijaksanan dan pengetahuan tentang bentuk kebaikan, dianggap paling mampu dalam menahkodai sebuah pelayaran, atau paling sanggup dalam memimpin dan adil. Plato  menggambarkan bahwa struktur masyarakat ini terdiri dari tiga kelas, yaitu para penguasa (filsuf-raja), para penjaga (tentara), dan para produsen (petani, pengrajian, dan pedagang)

 

Metafisika

Plato dalam pemikirannya yang paling populer mengenai metafisika adalah teori bentuk. Teori bentuk (Theory of Forms) merupakan inti dalam filsafat platonik,. ia berargumen bahwa dunia yang kita lihat dan rasakan adalah bayangan atau releksi dari dunia yang lebih nyata dan sempurna yang ia sebut sebagai dunia bentuk. Bentuk-bentuk ini adalah entitas non-fisik yang sempurna dan abadi, yang merupakan model semua objek fisik di dunia ini. Misalnya, semua kursi fisik di dunia hanyalah salinan dari bentuk kursi yang sempurna. Teori ini dijelaskan melalui analogi Gua Plato dalam dialognya “Republik”. Dalam analogi ini, manusia digambarkan sebagai tahanan yang terikat di dalam gua, hanya dapat melihat bayangan benda-benda di dinding gua yang disebabkan oleh cahaya dari luar gua. Bayangan-bayangan ini mewakili persepsi kita tentang realitas, sementara benda-benda asli di luar gua mewakili dunia bentuk.

Pengaruh filsafat platonik sangat luas. Di abad pertengahan, filsafat platonik di adopsi dan disesuaikan oleh para filsuf kristen, salah satunya seorang filsuf dari Hippo yaitu Agustine. Agustin menggabungkan pemikiran Platonik dengan doktrin-doktrin Kristen. Di era renaisans, minat terhadap karya-karya Plato mengalami kebangkitan, yang ikut berkontribusi dalam perkembangan humanisme dan ilmu modern.

Filsafat Platonik juga sangat berpengaruh bagi aliran-aliran filsafat selanjutnya, termasuk Neoplatonisme yang dipelopori oleh Platinus, seorang pemikir modern dan kontemporer dalam berbagai disiplin ilmu. Dengan teorinya tentang bentuk, pandangannya tentang pengetahuan sebagai ingatan dan banyak lagi pemikiran-pemikiran Plato ternyata memberikan kontribusi besar yang membentuk pemikiran dasar bagi orang-orang di zamannya hingga saat ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AGAMA SEBAGAI CANDU' : Analisis Pemikiran Karl Marx dalam Konteks Sosial Kontemporer

ACTUS REUS DAN MENS REA DALAM HUKUM PIDANA ANALISIS KONSEPTUAL, HISTORIS, DAN IMPLEMENTASINYA DALAM SISTEM HUKUM PIDANA INDONESIA

Amor Fati dalam Kehidupan: Menerima Takdir sebagai Jalan Menuju Kebijaksanaan