Postingan

KERUNTUHAN LAPITALISME

Mengapa Kapitalisme Akan Runtuh dengan Sendirinya Karl Marx memandang kapitalisme bukan sebagai sistem abadi, melainkan tahap sementara dalam sejarah manusia. Dalam analisisnya, kapitalisme justru menyimpan kontradiksi internal yang pada akhirnya akan menghancurkan dirinya sendiri. Ini beberapa poin penting dari pemikiran Max mengenai keruntuhan Kapitalisme. Berikut: 1. Kapitalisme Mengandung Kontradiksi Internal Menurut Marx, kapitalisme dibangun atas pertentangan antara kelas borjuis (pemilik modal) dan kelas proletar (buruh). Sistem ini bergantung pada eksploitasi tenaga kerja, namun pada saat yang sama, eksploitasi tersebut menjadi sumber kehancurannya sendiri. Kapitalisme hidup dari kerja buruh, tetapi semakin menekan buruh, semakin besar pula potensi perlawanan. 2. Eksploitasi Melalui Nilai Lebih (Surplus Value) Marx menjelaskan bahwa keuntungan kapitalis berasal dari nilai lebih, yaitu selisih antara: nilai yang dihasilkan buruh  dan upah yang mereka terima. Buruh beker...

KONTRADIKSI KAPITALISME, NEGARA, DAN OLIGARKI Analisis Kritik Marxian terhadap Politik Ketenagakerjaan Indonesia Kontemporer

Abstrak     Kapitalisme Indonesia kontemporer menunjukkan paradoks antara pertumbuhan ekonomi dan memburuknya kondisi kerja kelas buruh. Artikel ini bertujuan menganalisis kontradiksi struktural kapitalisme Indonesia melalui pendekatan kritik ekonomi politik Karl Marx yang diperkuat oleh teori hegemoni Antonio Gramsci, teori negara Nicos Poulantzas, serta kritik neoliberalisme David Harvey. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian teoritis kritis dengan dukungan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan International Labour Organization (ILO). Hasil kajian menunjukkan bahwa fleksibilisasi tenaga kerja, dominasi sektor informal, stagnasi upah riil, serta meningkatnya pekerjaan tidak layak merupakan konsekuensi struktural dari relasi kapitalisme, bukan kegagalan individu maupun kebetulan kebijakan.   Negara dalam konteks ini  berperan sebagai mediator kepentingan kapital dan oligarki ekonomi melalui regulasi ketenagakerjaan yang pro-investasi. Artikel in...

TATA KELOLA PEMERINTAHAN BERDASARKAN TEORI MAQASID

TATA KELOLA PEMERINTAHAN BERDASARKAN TEORI MAQASID PENDAHULUAN   Tata kelola pemerintahan adalah salah satu aspek fundamental dalam pembangunan bangsa. Dalam realitas politik Indonesia, diskursus tata kelola tidak hanya menyangkut efektivitas birokrasi atau efisiensi administrasi, tetapi juga menyentuh nilai-nilai filosofis mengenai tujuan negara. Negara, menurut para filsuf klasik, bukan hanya institusi politik, tetapi juga lembaga moral yang bertugas menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan kemaslahatan. Dalam Islam, kerangka filosofis tersebut dapat ditemukan dalam teori maqasid al-syariah. Maqasid mengandung makna tujuan dan maksud syariat. Ia adalah jantung pemikiran hukum Islam yang menekankan dimensi maslahat (kebaikan) dan pencegahan mafsadat (kerusakan). Teori maqasid tidak hanya relevan untuk membahas hukum ibadah, tetapi juga sangat penting untuk merumuskan tata kelola pemerintahan yang adil, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Indonesia, meskipun bu...

Amor Fati dalam Kehidupan: Menerima Takdir sebagai Jalan Menuju Kebijaksanaan

  Amor Fati dalam Kehidupan: Menerima Takdir sebagai Jalan Menuju Kebijaksanaan Abstrak akmaludddin Amor Fati adalah sebuah prinsip filosofis yang menekankan pentingnya mencintai setiap aspek kehidupan, termasuk penderitaan dan kegagalan. Berakar dari tradisi Stoikisme dan diperkuat oleh pemikiran Friedrich Nietzsche, konsep ini bukan hanya menawarkan ketenangan batin, tetapi juga kekuatan moral untuk menerima hidup secara utuh. Artikel ini bertujuan untuk mengupas konsep Amor Fati secara filosofis, psikologis, dan aplikatif. Dengan pendekatan naratif-edukatif, pembahasan ini menunjukkan bahwa mencintai takdir bukanlah bentuk pasrah yang pasif, melainkan langkah aktif menuju kebijaksanaan hidup yang mendalam. Pendahuluan Di era modern yang ditandai dengan kecepatan, kompetisi, dan tekanan eksistensial yang tinggi, banyak individu mengalami krisis makna dalam hidupnya. Kegagalan, penderitaan, kehilangan, dan rasa tidak berdaya menjadi bagian dari pengalaman manusia yang tak terhinda...

Membawa Agama dalam Keseharian: Integrasi Nilai Transendental dalam Praktik Hidup Kontemporer

Membawa Agama dalam Keseharian: Integrasi Nilai Transendental dalam Praktik Hidup Kontemporer Penulis: Akmaluddin Program Studi: Magister Ilmu Filsafat dan Agama Universitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta  Pendahuluan Agama telah menjadi bagian integral dalam kehidupan manusia sejak awal peradaban. Ia bukan sekadar sistem kepercayaan yang bersifat privat, melainkan juga memiliki implikasi sosial, moral, dan eksistensial. Namun, di era modern yang ditandai oleh sekularisme, konsumerisme, dan kemajuan teknologi, keberadaan agama dalam ruang publik dan kehidupan pribadi seringkali mengalami reduksi. Banyak orang menjalankan ritual keagamaan, tetapi nilai-nilainya tidak tercermin dalam perilaku sehari-hari. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah agama hanya sebatas identitas atau ia juga mampu menjadi gaya hidup (way of life) yang aktif dan transformatif? Apakah mungkin untuk membawa nilai-nilai transendental ke dalam rutinitas harian tanpa terjebak pada dogmatisme? Tulis...